A Journey to become A..???
Seulas cerita, entah benar atau tidak...
Zaman dahulu kala ada sebuah desa kecil permai dengan warni-warni keindahan alam. Tempat itu sangat menyenangkan, sayangnya di sana terdapat sebuah masalah. Masalah yang kiranya membuat seisi desa resah gelisah dan parah. Desa itu tak punya air jika hujan tak turun. Untuk menuntaskan masalah itu selamanya, para tetua desa memutuskan menawarkan kontrak bagi pengirim harian ke desa tersebut. Dalam sebuah diskusi panjang, maka dua orang mengajukan diri melakukan tugas itu dan para tetua memberikan kontrak kepada mereka berdua. Dua orang tersebut merasa bahwa persaingan antara mereka akan dapat menekan harga hingga bayaran tetap rendah dan menjamin ketersediaan cadangan air.
Pemegang kontrak kedua, Kim, beberapa saat menghilang. Ia tidak terlihat selama berbulan-bulan, yang membuat Ali sangat bahagia karena ia merasa tidak memiliki saingan. Ali mendapatkan semua pemasukan.
Simak yo:
Zaman dahulu kala ada sebuah desa kecil permai dengan warni-warni keindahan alam. Tempat itu sangat menyenangkan, sayangnya di sana terdapat sebuah masalah. Masalah yang kiranya membuat seisi desa resah gelisah dan parah. Desa itu tak punya air jika hujan tak turun. Untuk menuntaskan masalah itu selamanya, para tetua desa memutuskan menawarkan kontrak bagi pengirim harian ke desa tersebut. Dalam sebuah diskusi panjang, maka dua orang mengajukan diri melakukan tugas itu dan para tetua memberikan kontrak kepada mereka berdua. Dua orang tersebut merasa bahwa persaingan antara mereka akan dapat menekan harga hingga bayaran tetap rendah dan menjamin ketersediaan cadangan air.
Orang pertama yang mendapat kontrak itu, Ali, langsung berlari pergi, membeli dua ember baja dan mulai berlari bolak-balik menyusuri jalan setapak menuju danau yang jaraknya satu setengah kilometer dari desa. Ia langsung mendapatkan uang setelah bekerja keras sehari penuh, mengangkat air dari danau dengan kedua embernya. Ia menuang air yang ia bawa ke dalam tangki penyimpanan yang terbuat dari beton yang telah dibangun penduduk desa itu. Setiap pagi ia harus bangun sebelum yang lain agar bisa memastikan ada cukup air bagi penduduk desa saat mereka memerlukannya. Ia harus bekerja keras. Di sisi lain ia sangat senang karena selain bisa membantu desa tersebut ia juga dapat menghasilkan uang karena telah mendapat salah satu kontrak eksklusif dalam bisnis penyediaan ari tersebut.
Pemegang kontrak kedua, Kim, beberapa saat menghilang. Ia tidak terlihat selama berbulan-bulan, yang membuat Ali sangat bahagia karena ia merasa tidak memiliki saingan. Ali mendapatkan semua pemasukan.
Bukannya membeli dua ember untuk bersaing dengan Ali, Kim membuat rencana usaha, mendirikan perusahaan, mendapatkan empat penanam modal, mengangkat seorang presiden eksklusif untuk melakukan pekerjaannya, dan kembali enam bulan kemudian dengan kru bangunan. Dalam waktu satu tahun timnya telah membangun jaringan pipa baja antikarat bervolume besar yang menyambungkan desa dengan danau.
Pada pesta pembukaan, Kim mengumumkan bahwa airnya lebih bersih daripada air milik Ali. Kim tahu pasti ada banyak keluhan dalam air Ali. Kim juga mengumumkan bahwa ia bisa memasok air untuk desa selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Ali hanya bisa mengantarkan air pada hari kerja... ia tidak bekerja pada akhir pekan. Lalu Kim mengumumkan bahwa ia akan memberikan 75% lebih murah dari pada Ali untuk sumber airnya yang berkualitas lebih tinggi dan lebih bisa diandalkan. Penduduk desa bersorak sorai dan langsung berlari kekran ujung saluran pipa Kim.
Agar dapat bersaing, Ali langsung menurunkan harganya sebanyak 75%, membeli dua ember lagi, menambhkan penutup pada ember-embernya, dan mulai mengangkut empat ember satu kali jalan. Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, ia mempekerjakan kedua anak laki-lakinya untuk membantunya melakukan giliran kerja malam dan pada akhir pekan. Ketika mereka pergi sekolah di perguruan tinggi, Ali berkata pada anak-anknya,
Cepatlah kembali karena suatu saat bisnis ini akan menjadi milik kalian
Entah kenap, setelah lulus dari perguruan tinggi, kedua putranya tak pernah kembali. Akhirnya Ali mendapat masalah-masalah kepegawaian. Serikat buruh menuntut kenaikan gaji, peningkatan tunjangan, dan ingin anggotanya hanya mengangkat satu ember sekali jalan.
Kim, di lain pihak, sadar bahwa jika desa itu membutuhkan air berarti desa-desa lain juga membutuhkan hal yang sama. Ia menulis rancangan bisnisnya dan pergi menjual sistem penyaluran air bersihnya yang berkecepatan tinggi, bervolume besar, dan berbiaya rendah ke desa-desa seluruh dunia. Ia hanya mendapat keuntungan satu penny untuk setiap ember air yang disalurkan, tapi ia mengirimkan miliaran ember airsetiap hari, dan semua uang mengalirkan uang bagi dirinya sendiri selain untuk menyalurkan air ke desa-desa.
Kim hidup bahagia selamanya, dan Ali bekerja keras seumur hidupnya dan selalu memiliki masalah finansial. -Selesai-
Ambil baiknya...
Source:
The Cashflow Quadrant By Robert T. Kiyosaki

0 komentar